Selasa, 07 Juni 2016

Telur Penyu

"Telur penyunya enak, cobalah!" kata pak Rofiq berasal dari Pulau Seram, Maluku Tengah yang sudah lama menetap dan berkeluarga di Medan. Sedikit yakin, tapi setelah 'nyoba' enak juga ku rasa, teksturnya seperti lengkong (jelly), sedikit asin, di bagian kuning telur tidak ada umbai telur seperti yang terdapat di telur ayam, mungkin juga bebek.

Rasa dari telur penyu yang direbus seperti telur setengah matang karena putih telur penyu tidak bisa mengeras seperti telur unggas lainnya, tetapi kuning telurlah yang bisa mengeras. Cangkangnya lebih lembut sehingga memudahkan kalau mau memakannya, tinggal sobek saja lalu seruput isi telurnya. Tetapi soal rasa juga relatif, tergantung lidah masing-masing konsumen.
Mengutip dari dilihatya.com bahwa, telur penyu mempunyai cirri fisik yang tak jauh berbeda dengan telur ayam. Telur penyu memiliki fisik bulat hingga lonjong dengan ukuran yang berbeda tergantung jenis, usia, dan sifat genetiknya. Telur penyu memiliki susunan yang sama seperti telur pada umumnya, yakni cangkang telur, putih telur dan kuning telur. Cangkang telur penyu tersusun dari garam-garam organik, pada telur baru, pori-pori masih dilapisi kurtikula yang terdiri atas 90% protein dan sedikit lemak yang mampu mengurangi penguapan air dan mencegah masuknya mikroba dari luar. Putih telurnya terdiri dari 40% putih telur encer dan 60% putih telur kental. Makanya, 'nyeruput' putih dan kuning telur pada telur ayam terasa 'eneg' karena amis, apalagi telur bebek, tapi tak berlaku untuk telur penyu. 
Dampak Positif Telur Penyu bagi Kesehatan
Kuning telur penyu merupakan tempat embrio sama dengan telur lainnya, di dalam kuning telur ini banyak terdapat zat-zat gizi yang sangat penting bagi perkembangan embrio di dalamnya. Yang membedakan telur penyu dengan telur hewan lainnya adalah putih dan kuning telur penyu tidak tercampur adanya kalaza yang mengikat bagian kuning telur dan membran vitelin yang elastis. Manfaatnya bagi kesehatan:
·                         Sebagai sumber protein alami yang mengandung 40 jenis protein dan nutrisi lainnya seperti potassium, kalsium, fosfor, dan seng. Dari protein alami ini mampu menghasilkan asam amino yang baik untuk pembentukan otot
·                         Sebagai sumber energi karena kandungan trigliserida dan fosfolipida
·                        Mampu mengurangi berat badan karena memberikan energi untuk membakar lemak dan kalori sambil membentuk otot
·                         Mampu mencegah gangguan penglihatan akibat penuaan dan katarak karena kandungan antioksidan dan lutein
·                         Mampu mencerahkan dan melembabkan kulit wajah serta mempercepat proses regenerasi kulit wajah
·                         Komposisi asam amino telur penyu sangat lengkap dan berimbang dibandingkan daging ayam dan susu sehingga hampir semua bagiannya bisa digunakan untuk pertumbuhan maupun pergantian sel-sel (tubuh) yang rusak.
Dampak Negatif Telur Penyu bagi Kesehatan
Dibalik manfaat telur penyu bagi kesehatan di atas, ada fakta mencengangkan dari penelitian baru-baru ini bahwa telur penyu juga mengandung senyawa beracun yang disebut PCB (Poly Chlorinated Biphenyl) yang tergolong sebagai logam berat yang mampu memicu berbagai resiko kesehatan seperti kanker, kerusakan system saraf, dan gangguan hormon. Namun, kita tak perlu khawatir dengan hal tersebut karena racun yang dimaksud tidak bereaksi bila kita mengetahui cara mengolah dan mengonsumsi telur penyu dengan benar.
Kuliner Legal atau Illegalkah Telur Penyu?
Pernah terbaca di dalam buku traveling bahwa telur penyu banyak dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat Kepri. Tak hanya di Kepri, sepanjang Jl. Pangeran Samudera dan di belakang Pasar Sudimampir Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan banyak penjual telur penyu berkumpul di sana menjajakan telur penyu dengan kisaran harga per butir untuk ukuran kecil Rp. 5000 dan Rp. 10.000 untuk ukuran yang besar per butir.
Penyu termasuk kategori binatang terancam punah dan dilindungi oleh undang-undang international (IUCN -CITES) dan undang-undang Nasional, peraturan pemerintah no. 7 tahun 1999 tentang: Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. (makna pengawetan dalam PP 7/1999 adalah upaya untuk menjaga agar keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya baik di dalam maupun di luar habitatnya tidak punah). Dalam lampiran di atas disebutkan bahwa penyu sebagai salah satu satwa yang dilindungi.
Halalkah Telur Penyu Dikonsumsi?
Pendapat yang kuat di antara para ulama adalah hukumnya boleh memakan kura-kura, penyu, dan sejenisnya. Baik yang hidup di laut maupun yang di darat. Sebagaimana  firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
Wahai manusia, makanlah apa yang halal dan suci, yang ada di bumi ini..” (QS. Al-Baqarah: 168)
Dan di ayat yang lain:
وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ
Dan Allah telah merinci apa saja yang Allah haramkan untuk kalian, kecuali jika kalian terpaksa…” (QS. Al-An’am: 119)
Memahami dari isi ayat tampak bahwa Allah tidak menjelaskan tentang haramnya kura-kura (penyu). Di dalam hadis Nabi saw disebutkan:

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasululla Saw bersabda: mengenai laut bahwa laut itu suci airnya dan halal bangkainya”. (HR. Abu Daud,  At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Oleh karena itu, turut merujuk kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi, “Asal pada tiap-tiap sesuatu adalah boleh” maka hewan ini hukumnya halal. Pendapat yang membolehkan berasal dari pendapat ulama Madinah dan mayoritas ulama lainnya. Ada juga ulama yang berpendapat boleh memakan daging kura-kura laut, bukan kura-kura darat. Serta ada juga ulama yang mengharamkannya secara mutlak.
Barangkali Solusinya?
Mengonsumsinya bukanlah sebab utama turunnya populasi penyu, karena makan telur penyu adalah tradisi ratusan tahun yang hanya dilakukan pada perayaan tertentu. Sebab utamanya adalah “illegal fishing” oleh nelayan asing yang lima tahun belakangan ini sangat merisaukan. Mereka menggunakan pukat yang bisa menangkap biota apa saja termasuk penyu. Selain pukat, mereka juga menggunakan bom. Masyarakat telah mencoba usaha konservasi dengan dana swasembada. Tapi kalau illegal fishing tak segera dihentikan, maka bukan tak mungkin, penyu akan punah di Kepri. Bukan hanya Kepri tetapi untuk semua daerah tempat populasi penyu berkembang.
Flora maupun fauna yang sedikit tentu dianggap langka, kalau sudah langka pasti dilindungi, dan kelangkaan tersebut dapat diatasi dengan menjaga dan melestarikannya. Seperti yang penulis ketahui, di Kepulauan Banyak penyu terdapat tempat konservasi penyu, di sana penyu dilestarikan sehingga jika populasi penyu banyak maka tak mengapa bila dikonsumsi.
Pokoke enak deh, pengalaman baru kami selain pak rofiq, karena beliau sudah terbiasa 'ngonsumsi' telur penyu 'sak' dagingnya di Maluku sana. Makan mie Gomak dengan gurihnya bumbu andaliman - bumbu khas Batak - dilanjutkan dengan nyeruput telur penyu Pulau Jemur (oleh-oleh dari Kubu - Riau) sebuah kombinasi makan malam yang istimewa, karena kedua menu ini baru kali pertama ku rasakan.

Sumber Rujukan:
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar